DANA HAJI

Oleh: Tuan Andanu
Dicatat di sekitaran lalu lelang belalang Sorban
Jum’at, 18 April 2020

*
Kalau di kampung kawanku, ada juga Pak Haji Dana.
Naik Haji karena ada Dana.
Dananya dipinjam, hajinya ditunda, itu di Negara kita.
Yang disalahkan, tentu si Corona.

Naik haji bukan semata karena Dana, tapi niyat tulus lillahi ta’ala.
Lalu, kalau niyat sangat besarnya, tapi dana malah dipinjam Negara, Hajinya jadi gak?

Dipinjam atau tidak,
Niyat tulus atau enggak,
Tapi Mekkah ditutup sementara,
Ya dananya dipakai dulu saja.
Yang penting niyat sudah kuat berazzam.
Allah pasti mengganjar.
Tapi di Negeriku, orang niyat mengabdi masih juga motifnya melulu gaji.
Sesekali, gaji pejabat dan laba konglomerat dong yang dipinjam buat hajat hidup rakyat. Biar mashlahat. Kan sudah cukup, selama ini rakyat menggaji pejabat? Seperti telah cukup betapa rakyat menjadi penyebab kuatnya usaha konglomerat.
Biar nanti sama-sama naik haji.
Agar tidak gerakan rakyat yang naikin pak Haji.

Cieee… Drama lagi.
Jangan-jangan nanti,
Kabah kembali dibuka, dana hajinya sudah kagak ada.
Ehm… bingung cari apologi lagi kan Pak?

Tapi itu urusan nanti,
Yang kemarin aja belum keganti.
Hihi…
Dananya pergi, hajinya gak jadi.
Hihi, gigit jari

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *